Selembar Layang-Layang

Bams!!
Masih kusut, aku terbangun terkaget kaget mendengar ledakan. "Bom bang," pekik Anna, "Bom? Bom? Bom apa?" Otakku belum dapat berfikir jernih, masih ngiiiing di dalam otak. Berdengung dengung sangat memusingkan. Terdengar sayup sayup orang-orang datang menuju arah suara.
Ada apa? Pikirku. Ada apa? Negara yang katanya aman ini ada bom? Tak mungkin tak mungkin.
"Lari bang" suaranya seolah memerintah, belum bisa kuberjalan lurus, masih sempoyong sempoyong. "Bang Bom, bang bom. Kita sedang terancam, keadaan bahaya, serangan tiba-tiba"
"Aaa aaa aadaa adaa app apaa?" Tergagap gagap, susah sekali bicara kali ini, ada apa ini? Ah mungkin hanya anak kecil main petasan, terlalu berlebihan. Atau ini konspirasi? Serangan Malaysia? Serangan Amerika mendadak? Atau ternyata ada Alien? Ada Transformer ke Indonesia? Dunia belahan sini? Atau Dunia berhenti berjalan kah? Dunia berhenti berputar? Atau Matahari telah terbit dari barat? Atau hanya apa? Apa? Pikiranku berkecamuk,
"BAAAAAANG, AWAAAASS!!!" Pekik suara yang sama semakin keras dia memperingatkan. Ada apa? Ada apa?
Baaaamss!!!
Aku terbangun, nafas tersengal sengal. Ternyata hanya mimpi
Terbangun, ah hari ternyata sudah pagi, dalam benakku. "Telat, telat" terngiang dalam otakku, langsung kumenuju belakang, mengambil wudhu, telat telat, telat subuh, ah ini sudah terlalu siang, keterlaluan, terlalu siang. Goncangan-goncangan ini dalam benakku.
Sekolah, sekolah. Itu yang terngiang ngiang, kenapa telah sepi? Pergulatan batinku, barangkali sudah berangkat semua. Mandi, aku menuju ke belakang membawa peralatan mandi segera bersamaku. Mandi telah kutunaikan, segera ganti baju, ah batik, batik khas Blora dengan motif dedaunan Jati, sate ayam khas Blora. Ah rindu rasanya memakai baju ini walaupun setiap Rabu dan Kamis kupakai. Baju baru setengah terpakai pintu terbuka, ah si Umar, dasar bocah pikirku. Umar, satu angkatan beda kelas, umurnya tak jauh beda denganku, teman satu kos, 10 cm lebih pendek dari padaku, cukup ganteng, tapi.. ah sudahlah. Emang ini anak paling santai kalo apa apa, apalagi ke sekolah pasti mandinya belakangan, dan berangkatnya pun paling akhir, 11 12 sih sama aku, heuheu. Mantap nih bocah pikirku. "Gak ke Sekolah mar?" Nada datar tanpa semangat. "He?" Wajahnya terheran heran, seolah menahan tawa, ini anak bener bener ya. "Liat noh jam liat, jam berapa sekarang no? Nglindur to?"
Teng Teng Teng Teng, baru jam 4 sore, efek tidur sore hari, ya seperti inilah, untunglah belum keluar dari kosan, tapi kenapa kosan sepi?

0 Comments