Sayang Kita Tak Sedekat Itu

Waktu tetap berjalan adalah ketetapan abadi. Kita melewati masa lalu, masa sekarang, dan mungkin akan menjalani masa depan. Kita berjumpa dan kita berpisah, aku tak bisa menolak itu.

Masa sebagai sebuah ketetapan hanya berjalan satu kali. Satu detik saat aku memandangmu kala itu tak akan pernah terulang lagi sebagai momen yang sama saat ini atau nanti. Satu detik saat aku menuliskan pesan ini tidak akan pernah lagi sama, dalam detik berikutnya debu yang ada di keyboard laptopku telah berpindah ke ujung jariku dan olesan keringat sedikit basah tertinggal di tombol-tombol keyboard laptop ini.

Masa lalu mungkin gambarnya masih tersimpan di otak, kita menyebutnya ingatan. Aku dapat memutarnya berulang kali tapi selalu tak lagi sama, semakin aku memutar gambar-gambar bersambung dalam otakku itu, semakin kabur pula ingatan-ingatan itu.

Momen itu aku hanya bisa memutarnya dalam ingatan, entah sebagai sebuah senyuman atau sebagai sebuah menungan. Aku tak berharap itu sebagai sebuah penyesalan.

0 Comments