Sudah lama rasanya aku tidak menulis sebuah paragraf. Ini menjadi pertama setelah cukup sekian lama. Akhir-akhir ini aku berpikir bahwa tulisanku tidak penting, jadi aku berpikir bahwa aku tidak perlu menuliskannya.
Aku merasa kisahku tak menarik, tidak ada kejadian penting, tidak ada kejadian khusus, tidak ada keresahan yang layak.
Sampai sekarang, kisahku juga belum menarik, belum ada kejadian penting, belum juga ada kejadian khusus, dan selamanya tidak ada keresahan yang layak jika harus ada ambang batas. Tapi begitulah tulisan, tidak ada ambang batas.
Pernah suatu kali aku mendapatkan tugas menuliskan kisah hidup sendiri, sekian halaman. Tugas ini dari sebuah mata kuliah, bayangkan "Bahasa Indonesia", suatu yang dikritik Rocky Gerung karena masih harus ditempuh di pendidikan tinggi. Tapi lupakanlah itu, kembali kepada tugasnya.
Tugasnya sederhana tuliskan kisah sendiri sampai hari ini saya memberikan tugas, sekian halaman. Waktu itu aku tidak mempunyai laptop, hal-hal yang terlalu mengada-ada untuk menjadi halangan utama. Sayangnya itulah kenyataannya. Rasa-rasa itu yang menjadi halangan waktu itu.
Tapi hal utama yang ingin aku bicarakan bukan itu. "Kenapa? merasa kesusahan? bahkan saya dari masuk kelas ini sampai saya sampai di meja ini bisa dituliskan dalam dua halaman lebih." itu kata kata Dosen waktu itu.
Sekali lagi, tulisan ini nglantur dan aku lupa ide awalnya.
Sebenarnya aku lupa badannya tapi ingat buntutnya atau ujungnya. Aku hanya mengatakan, mungkin blog ini, tulisan di sini tidak penting tapi aku sendiri mencari tulisan yang seperti ini. Aku ingin membaca blog personal yang masih aktif sekarang. Kisah sederhana, tentang orang lain.
Seperti sebuah kalimat dalam sebuah film, "Jika itu belum ada, kau yang menuliskannya."

0 Comments