Bagian Yang Hilang

 Sekedar catatan malam hari, tentu saja tak memiliki arti banyak. Ada yang pergi, apakah pasti ada yang datang? mungkin suatu saat. Tapi sepertinya belum sekarang, tidak sekarang. Karena akan susah untuk menggantikan posisinya, atau jangan-jangan tempatnya takkan tergantikan? entahlah. Rasa-rasanya memang terlalu jauh.

Dia begitu besar, sangat besar dan kutahu akan tumbuh besar juga. Mungkin saatnya belajar.

Apakah akan ada yang datang untuk membaca surat tanpa alamat ini? kurasa sekarang tidak, nanti pun tidak.

Sebuah kenangan manis yang terukir, eh wait. Terukir, hilangnya akan menjadi hampa.

Dalam sebuah lirik lagu cover,

Harapan terlanjur pupus,

....



tiga titik adalah sebuah kata, empat titik adalah kalimat. Semoga kau mengerti, ya.


Selalu yang kacau-kacau tertulis di sini, apakah saatnya melepaskan? aku ragu. Karena telah kuanggap menjadi bagian dari diriku sendiri. Pertanyaanku sekarang, masalahnya aku yang mana? Bukankah kau sudah kehilangan sejak lama identitasmu? Pertanyaan yang diajukan diri sendiri kepada diri sendiri itu akan terjawab, setidak-tidaknya masih ada sedikit yang tersisia. Lalu bagian lain yang hilang dan kau anggap bagian dari dirimu sendiri itu? Entah pergi kemana sekarang. Seperti hilang bagai asap. Dulu datang seperti api karena membara.


Apakah hari ini membuat kesalahan fatal? Apakah Instagram akan menjadi sebuah masalah besar? Sejak lama seperti itu, khususnya dengan bagian yang hilang itu,walau awalnya juga dari sana.

0 Comments